Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Pemerataan Pendidikan: Pekerjaan Rumah yang Tak Kunjung Usai

  “Pendidikan bukanlah alat politik tetapi politiklah yang menjadi alat untuk menyukseskan program pemerataan pendidikan” Pendidikan memegang peranan penting dalam pembangunan suatu bangsa. Baik itu pembangunan dalam b i dang politik, ekonomi, hukum, budaya dan lain-lain. K eharusan bagi bangsa yang ingin maju adalah ditandai dengan majunya pendidikan suatu bangsa tersebut. Hal itu merupakan proses pemanusiaan dalam masyarakat berbudaya luhur yang menjadi ekses dari adanya pendidikan. Oleh sebab itu , pendidikan wajib diperuntukkan bagi segenap rakyat bukan hanya untuk golongan tertentu. Secara harfiah , makna pendidikan telah dijelaskan dalam Pasal 1 Undang- undang tentang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 , bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan susana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendlian diri, kepribad

Konsep Pendidikan Al-Ghazali

Oleh : Umi Sholehah Pada zaman sekarang ada sebagian masyarakat yang sudah maju dalam segi pergaulan, informasi, komunikasi, kehidupan, dan lingkungan. Maka Pendidikan dirasa penting bagi anak-anak di masa yang akan datang. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa terdapat masyarakat yang masih terbelakang, belum mengenal teknologi, ataupun kemajuan zaman. Orang-orang seperti merakalah yang masih menanamkan nilai-nilai tradisional yang ada pada adat istiadatnya. Pertumbuhan dan perkembangan yang kian pesat ini tidak boleh dibiarkan terus menerus bahkan sebagai orang tua justru terjebak dalam masa yang biasa disebut dengan “masa kekinian”. Anak-anak yang masih kecil sudah mengerti alat komunikasi (native IT) dan dengan leluasa membuka segala macam yang ia suka. Karenanya dengan majunya kehidupan modern ini sangat penting adanya pendidikan agar dapat mengkontrol hal-hal yang buruk agar tidak terjadi pada generasi penerus bangsa. Namun, Pendidikan yang seperti apa yang dap

AKU,KAU,DAN DIA

Daun lebar dengan batang agak bulat serta agak lunak yang menopang hidupmu. Dengan klasifikasi kelas Magnoliopsida dan spesies Nicotiana Tabacum L. adalah tumbuhan berakar tunggang yang mampu menembus tanah hingga kedalaman 50-70 cm dan mampu tumbuh tegak lurus ke pusat bumi. Kau adalah sosok yang selalu diagungkan bernama tembakau Dari tangan yang rajin kau dirawat hingga tumbuh dengan baik. Hingga saatnya kau harus dipotong tegak lurus dengan metode slicing yang tak sembarang orang bisa. Setelah itu kau dikeringkan dengan berbagai metode. Hasil itulah yang melahirkanmu kembali dengan sebutan baru yaitu rokok. Kau selalu diagungkan. Digapit diantara jari telunjuk dan jari tengah. Teman setiamu adalah korek yang perlahan membakarmu hingga menjadi abu. Namun, kau sangat gembira bahkan bahagia karena dengan begitu kau dapat mengeluarkan aroma yang khas dan nikmat. Dia yang selalu mengagungkanmu. Dia yang selalu merindukanmu. Tak pernah bisa lepas dari cengkramanmu. Dia ya

KOSONG

Sebotol air mineral menemani malamku yang dingin. Tak lupa novel dan cemilan turut serta meramaikan malam ini. Hanya kita berempat yang berhak merasakan gelapnya malam tak berbalut bintang. Lembar demi lembar isi ceritamu ku baca. Sebuah novel yang telah   lama tidak habis aku membacanya. Tangan ini pun asyik dengan kewajibannya mengambilkan cemilan dan memasukannya ke dalam mulutku. Seolah sudah tau mana hak dan kewajiban yang harus dipenuhi dan dijalankan. Aaahh fokusku hilang. Setelah membaca pada halaman ke-126. Aku meraih botolku dan kudapati dia sudah kosong. Kini hanya aku, novel, dan cemilan yang tersisa. Tak ku hiraukan malam yang dingin ini. Ku lanjutkan sisa malam ini Bersama dua teman setiaku, hanya sekedar melanjutkan ceritanya. Lembar demi lembar. Namun, pikiranku masih tetap tidak fokus. Aku merasa kosong. Sama seperti botol minumku. Aku tersedak oleh hampa. Mata ini membaca, namun pikiran tak dapat mengikuti. Jemari ini menunaikan kewajibannya membuka

KEMBANG API

            Malam yang dingin menyelimuti seluruh desa yang besok pagi akan merayakan sebuah kemenangan. Sebuah ledakan mengudara dan pecah ditengah-tengah gelapnya malam, memunculkan beragam warna-warni yang indah. Suara takbir menggema dengan   kerasnya dari tiap-tiap pegeras suara masjid. Seolah ikut merayakan kemenangan pohon-pohon ikut bergembira ria, bertakbir kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Daunnya seolah bertakbir, batangnya bergoyang ke kiri dan ke kanan disapa oleh angin yang turut serta bergembira. Aku hanya bisa duduk di beranda rumah menatap kembang api yang pecah di udara dengan indah. Hari kemenangan telah tiba. Kemenangan bagi orang-orang yang menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Menahan lapar dan dahaga, menahan amarah, serta menahan segala hawa nafsu yang ada pada setiap manusia. Namun, bagaimana dengan yang tidak berpuasa? Apakah bisa disebut menang juga? Wallahu a’lam bishawab, sesungguhnya hanya Allah yang maha tau segalanya. Malam ini adalah mala